Pagi, masih teruntuk kamu pengisi penuh gumpalan daging
merah muda. Ebes Sebastian
masih seputaran rindu yang tak pernah membeku
masih seputaran senyum yang tak pernah mati
masih seputaran kasih yang tak kan pernah terlupa
ini pagi ketiga aku merelakanmu
masih boleh kan , aku menulis sapaan rindu untukmu disana.
Mungkin aku kan tulis setiap helai rindu setiap hari.
Setiap waktu. Setiap detik aku mengingatmu
apa aku gila jika lakukan hal itu, sayang?
Masih tentang sapaan rindu dipagi hari
masih tentang sapaan terik disiang hari
masih tentang sapaan senja disore hari
masih tentang rayuan bintang dimalam hari
masih tentang serpihan rindu hingga detik ini
aku meracau setiap hari, bukan bukan setiap hari tapi setiap
waktu.
Apa artinya aku blm ikhlas?
Apa artinya aku blm sepenuh merelakan?
Entahlah, hatipun diam
dia gamang tak ingin mengucap
aku terus meramu rindu lewat dibalik bilik biru kamarku
menatap wajahmu yang tertera diponselmu
iya ponselmu! :)
hey, aku sampai lupa menanyakan harimu, sayang
bagaimana harimu 3 hari ini?
Pasti kau bahagia berkumpul bersama mami
kalian kan rayakan natal bersama tahun ini
tapi, tidakkah kau teringat perikecilmu
dia sendiri disudut timur pulau jawa
akupun kehilangan arah tentangnya
akan tetapi kamu jangan cemas yaa
kamu baik2 disana aku sllu menjaga perikecilmu dari kejauhan
:)
kau juga tak kan lupa dg kurakecilku kan?
Seseorang yg berkat dialah kita berjumpa
berterimakasihlah padanya jika bkn karena dia
kita tak akan saling menggilai
bukan 'terimakasih' lebih indah dari 'maaf'
akupun berterimakasih karena kau selalu isi ruang hati dg
sapaan kecilmu
sapaan yg selalu kurindu, kunanti setiap pagi.
5 Desember 2012
5 Desember 2012
0 komentar:
Posting Komentar