Rabu, 05 Desember 2012

Surat Untuk Abangku


Surat untuk kamu yang paling kucinta, ebes sebastian

dear sayang..
Apa kabar kau disna? Bahagiakah? Pasti iya karena kau bertemu mami disna.
Tapi aku disini sungguh sungguh belum ikhlas kau pergi, bang..

Kamu ingat sayang? Pertama kali bisa kenal. Kau memarahiku. Kau memakiku. Tp keadaan perlahan berubah. Kau tampak semakin indah, semakin membuatku semakin menggilaimu.
Kamu tau sayang? Setiap dalam sujudku berdoa agar kau diberi kemudahan dan hidayah untuk memeluk Tuhanku.

Sayang, mendapat kabar duka ini sungguh aku belum bisa ikhlas. Doaku untukmu sampai kan sayang? Sekalipun kita ttp berbeda hingga detik kepergianmu.

Sayang, bagaimana aku bisa memuwujudkan impian kita? Jika pada akhirnya kau kembali kepada sang Pencipta. Sayang, bagaimana aku bisa melukis senja bersamamu jika senja kini berubah menjadi gumpalan hujan.

Sayang, aku merindumu. Merindu setiap bait pesanmu. Merindu kau memarahiku. Merindu kau memujaku. Aku merindumu sayang..

Sayang, bagaimana aku bisa mencari yg lain jika yg terbaik hanya ada padamu.
Bagaimana aku bisa jatuh cinta lagi. Jika sepenuh cinta hanya untukmu.

Sayang, kamu tenang ya disana. Kamu harus senyum terus ya. Kamu harus tau sayang rapalan doa tak pernah terputus dari bibir ini.

Sayang, aku sungguh mencintamu. Sungguh memujamu sungguh menginginkanmu. Tapi aku sadar ada yang jauh lebih menginginkanmu disana. Kenapa ya orang baik sllu cpt dipanggil olehNya? Aku belum bisa terima bang kau pergi secepat ini..

Bang, aku menyukaimu sungguh
Bang, aku menyayangimu sungguh
Bang, aku mencintaimu sungguh
Bang, aku memujamu sungguh
Bang, aku merindumu sungguh

bagaimana aku temui bahagia yang lain jika hanya bersamamu aku temui bahagia.

Bang, aku harus bisa belajar menerima jika kau pergi meninggalkanku saat ini bukan hanya saat ini tapi selamanya.

Mungkin didunia ini kita tak berjodoh sayang. Semoga dikehidupan lain kita berjodoh ya. Sungguh bang aku ingin memelukmu. Membisikan kata. Jadilah untukku selamanya. Jadilah pelengkap hidupku. Tapi aku tersadar itu semua tak akan pernah ada.

Sayangku, ebesku. Abangku. Kamu baik2 ya sayang... Aku mencintaimu sungguh
i love you. I love you. Aku memujamu.

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 Gumpalan Rindu
Theme by Yusuf Fikri